Tak Hanya Cantik, Tanaman Ini Juga Mampu Membersihkan Udara

Tak Hanya Cantik, Tanaman Ini Juga Mampu Membersihkan Udara

Keterbatasan lahan terkadang membuat beberapa area tempat tinggal menjadi minim pohon atau tanaman. Akibatnya, udara di sekitar tempat tinggalmu menjadi gersang dan udara selalu terasa panas.

Apalagi jika kamu tinggal di area perkotaan atau lingkungan yang dekat dengan area industri. Polusi udara dipastikan tinggi, dan bisa saja mengancam kesehatan sistem pernapasan.

Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana sebuah tanaman hias dapat membersihkan udara. Jawabannya adalah melalui proses fotosintesis yang dilakukan tanaman pada siang hari.

Sejak dulu, kita tentu mengenal proses fotosintesis pada semua tanaman. Sinar matahari diubah sedemikian rupa dengan bantuan klorofil menjadi sumber energi dan makanan cadangan tanaman.

Energi kimia yang terikat dalam molekul karbohidrat kemudian disimpan. Di dalam proses fotosintesis, terdapat pula pengubahan zat karbon dioksida menjadi oksigen yang baik untuk makhluk hidup lainnya.

Namun, tanaman pembersih udara memiliki kemampuan lebih dalam memproses perubahan zat tersebut.

Karbon dioksida yang diserap lebih banyak, dan menghasilkan jumlah oksigen yang lebih banyak pula.

Sekalipun ukurannya kecil, tapi kemampuan tanaman pembersih udara tidak bisa dianggap remeh. Buat kamu yang tinggal di tempat yang memiliki jumlah ventilasi terbatas, wajib banget meletakkan tanaman pembersih udara.

Perawatan tanaman-tanaman ini juga cukup mudah, karena terbagi atas tanaman yang mampu hidup di dalam ruangan dan luar ruangan.

Beberapa di antaranya juga hanya perlu disinari sinar matahari dalam kurun waktu yang agak lama. Misalnya tiga hari sekali, atau seminggu sekali.

Kamu juga tak perlu menyiram dengan air dalam jumlah yang banyak. Cukup rutin menyemprotkan air bersih agar tanaman pembersih udara bisa tetap hidup dan tumbuh dengan sehat.

Berikut adalah beberapa tanaman cantik yang juga dapat membersihkan udara:

Sansiviera

Tanaman sansivieria terkenal dengan bentuknya yang unik, memiliki corak dan perpaduan warna yang indah. Tanaman ini sering ditanam untuk mempercantik rumah atau gedung. Tahukah Anda bahwa fungsi sansivieria tidak hanya sebatas untuk mempercantik, tetapi termasuk kelompok tanaman pembersih udara.

Ada sekitar 600 spesies sansivieria yang tersebar di seluruh dunia. Tanaman hias ini berasal dari Afrika Barat dan menyebar ke Nigeria Timur lalu ke Congo. Di Indonesia, sansivieria  lebih sering dikenal dengan sebutan lidah mertua.

Sansivieria termasuk golongan tanaman crasulaceaen Acid Metabolism, yaitu mengumpulkan cahaya pada siang hari dan melakukan proses fotosintesis di malam hari. Oleh karena itu, tanaman ini tidak akan mengganggu persediaan oksigen pada malam hari jika ditempatkan di dalam ruangan.

Tanaman hias ini terbilang cukup mudah ditanam karena tidak membutuhkan terlalu banyak air dan cahaya matahari. Sansivieria membutuhkan cahaya matahari sekitar 40 persen untuk berkembang biak. Selain itu, tanaman ini juga mampu tumbuh di negara yang memiliki 4 musim.

Sansivieria sering digunakan sebagai tanaman di dalam ataupun di luar ruangan karena bentuknya yang tidak melebar. Kebanyakan orang menanam sansivieria sebagai tanaman pembersih udara karena mampu menyerap zat-zat polutan yang beracun.

Berdasarkan hasil riset, tanaman ini mampu menyerap 107 unsur dalam polusi udara melalui dua proses. Pertama, menangkap polutan melalui stomata. Proses penangkapan tersebut terjadi secara bersamaan dengan proses respirasi, transpirasi, dan fotosintesis. Polutan yang tertangkap akan dipecah menjadi ion yang bisa diserap jaringan tanaman.

Cara kedua penyerapan polusi dilakukan bersamaan dengan pengeluaran oksigen melalui akar tanaman saat melakukan transpirasi.

Senyawa yang bisa diserap oleh tanaman cantik ini adalah formaldehida, chloroform, bennea, xylene, dan trichloroethylene. Anda cukup memelihara sansivieria berdaun empat helai untuk membersihkan udara di dalam ruangan seluas 75m2.

Selain menekan polusi, tanaman juga sudah terbukti dapat menjadi antibakteri yang mampu menekan pertumbuhan mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TBC.

Lidah Buaya

Selain memiliki khasiat melimpah untuk kesehatan tubuh manusia, tanaman lidah buaya yang hidup juga mampu membersihkan udara dengan maksimal.

Bagian sukulennya akan menyerap zat formaldehyde dan benzene yang biasanya terkandung dalam udara yang berkualitas buruk karena kontaminasi dengan detergen, pernis, atau pelapis lantai.

Udara pun akan terasa lebih segar jika ditanami lidah buaya.

Rawat tanaman lidah buaya dengan meletakkannya di teras rumah. Sebab lidah buaya memerlukan sinar matahari yang cukup.

Peace Lily

Tampilannya yang sangat cantik dengan warna putih bercahaya menjadi alasan tepat untuk memilih bunga peace lily menjadi tanaman pembersih udara di rumah.

Zat benzene dan formalin mampu diserap oleh bunga ini. Untuk merawatnya, kamu harus memperhatikan asupan air yang pas. Bunga peace lily menyukai tanah yang lembab dan tempat yang teduh.

Spider Plant

Nama tanaman spider plant mungkin masih asing di telingamu, tapi jika melihat bentuknya, kamu pasti langsung mengenali tanaman indoor ini.

Bukan cuma jadi tanaman hias, spider plant juga mampu menyerap karbon monoksida yang berbahaya jika dihidup manusia dan binatang.

Perawatannya sederhana karena hanya perlu disemprot sedikit air di pagi hari, dan tidak memerlukan cahaya sinar matahari langsung.

Dikutip dari: Pertanianku.com dan Cekaja.com

Managed & Maintenanced by ArtonLabs