
Tembakau memiliki peran ekonomi dan sosial tinggi, sehingga memberikan kontribusi besar dalam menunjang pendapatan negara dan penyerapan tenaga kerja. Pada 2021, industri hasil tembakau (IHT) menyetor pajak cukai sebesar Rp. 167,5 triliun, dan menyerap lapangan kerja sekitar 1,7 juta orang. Sayangnya, untuk kebutuhaan IHT di dalam negeri masih belum terpenuhi. Tembakau juga mengandung senyawa lain yang bermanfaat untuk kesehatan, sehingga perlu digali potensi diversifikasi produknya.
Dalam meningkatkan produksi dan mutu pertembakauan di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan (PRHP) Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP), berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait menyelenggarakan Sharing Session #6. Kegiatan yang bertajuk “Peluang Pengembangan Riset dan Inovasi Tembakau untuk Meningkatkan Peran Ekonomi dan Sosial” dilaksanakan di Cibinong Jawa Barat, pada Rabu (9/11).
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari menyampaikan, Indonesia masih mengimpor tembakau dan bahan baku pemberi rasa dan aroma, bahan pengisi, dan racikan atau blending rokok.”Khusus untuk tembakau, bahan filler sebenarnya dapat diproduksi di dalam negeri. Masalahnya, belum mencukupi kebutuhan industri dalam negeri,” ujar Puji dalam sambutannya.
Puji menyatakan, manfaat tembakau yang mengandung senyawa alkaloid, dapat digunakan juga pada bidang kesehatan, wewangian, dan biomassanya untuk bahan pembuatan tissue. Strategi untuk meningkatkan produksi dan mutu, melalui kolaborasi riset antara BRIN dan pemangku kepentingan terkait, seperti perguruan tinggi, kementerian, pemerintah daerah, sentra tembakau dan IHT.
“Hasil riset yang diperoleh, akan dimanfaatkan untuk pengembangan inovasi teknologi yang mendukung pertembakauan nasional. Kita juga, akan tetap mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat,” lanjutnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan informasi tentang teknologi peningkatan produksi, dan mutu tembakau. Manfaat tembakau untuk terapi kesehatan, dan program pemerintah daerah, dalam peningkatan pertembakauan.
Kepala Pusat Hortikultura dan Perkebunan (PRHTP) BRIN Dwinita Wikan Utami menjelaskan, cara meningkatkan kualitas tembakau dengan melakukan perakitan benih unggul, penanganan panen dan pasca panen, serta dukungan teknologi budidaya tembakau. Ia juga menyampaikan, beberapa peluang dari potensi tembakau. “Tembakau berpotensi untuk diversifikasi produk, selain untuk bahan rokok, dapat digunakan sebagai bahan farmasi. Tembakau mempunyai senyawa penting seperti alkaloid, dan aroma terapi untuk kesehatan,” ungkapnya.
Permasalahan yang dihadapi pertembakauan di Indonesia, Djajadi peneliti dari PRHTP BRIN memaparkan, yaitu keterbatasan area tanam dan teknik budidaya yang belum tepat. “Penerapan teknologi budidaya terpadu, dapat meningkatkan daya saing produksi tembakau. Teknologi budidaya tersebut, meliputi: ekstensifikasi area tanam, intensifikasi budidaya dan peta kesesuaian lahan, sebagai dasar perluasan area tanam,” tuturnya.
Peneliti Ahli Utama BRIN ini juga menyampaikan, Indonesia memiliki petani tembakau terbesar di Asean, dengan area tanam yang tersebar di 15 provinsi. Namun produktivitas tembakaunya paling rendah, dan masih mengimpor sejak 2018 hingga 2020. Diperlukan strategi, dalam mengembangkan riset dan inovasi tembakau.“Sosialisasi, untuk mengembangkan teknologi budidaya tembakau secara terpadu. Pendampingan teknis budidaya sampai panen, dan membangun kemitraan antara petani dan IHT. Selanjutnya, penyediaan insentif bagi petani, dengan memanfaatkan alokasi dana bagi hasil cukai tembakau,” ungkapnya.
Peneliti PRHP BRIN Fatkhur Rohman menjelaskan, dalam meningkatkan produksi dan mutu tembakau, diperlukan kerja sama riset dan inovasi dengan pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. “Salah satu solusinya, merakit Varietas Unggul Benih (VUB) yang tahan terhadap penyakit utama. Meloidogyne Sp., Ralstonia solanacearum dan Phythopthora nicotianae, adalah tiga jenis patogen paling berbahaya pada tembakau,” pungkasnya.
Sumber: https://www.brin.go.id/news/110833/brin-tingkatkan-riset-dan-inovasi-pertembakauan-indonesia