Teknik Produksi Benih Ubi Jalar Bebas Virus Menggunakan Kultur Meristem

Teknik Produksi Benih Ubi Jalar Bebas Virus Menggunakan Kultur Meristem

Pengujian Virus

Metode Deteksi Tanaman Indikator

Virus dideteksi dengan cara menularkannya secara fisik dari inang yang terinfeksi tanaman ke tanaman indikator yang sensitif terhadap virus. Contoh: grafting dengan Ipomoea setosa. Gejala serangan virus akan tampak pada tanaman yang diuji.

Metode ELISA

Uji serologi menggunakan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA), adanya reaksi enzimatic mengindikasikan adanya virus pada tanaman yang diuji. Reaksi warna yang dihasilkan oleh sampel yang diuji dibandingkan dengan kontrol (negatif).

Sampel yang menunjukkan reaksi positif dieliminasi. Metode estimasi visual tidak cukup efektif untuk mendeteksi semua tanaman yang terinfeksi, namun metode serologi (ELISA) dan tanaman indikator dapat mendeteksi virus dengan cepat dan akurat, sehingga telah menjadi protokol yang umum untuk deteksi virus.

Metode PCR

Analisis PCR dapat digunakan untuk mendeteksi ada / tidaknya virus tanaman ubi jalar yang berasal dari meristem apikal, primer yang dapat digunakan seperti pada Tabel 1.

NameOligonucleotide
sequence of primers
Fragment
size (bp)
Annealing
Temperatur (t°)
SPFMVF TACACACTGCTAAAACTAGG
R AGTTCATCATAACCCCATGA
35658
SPLVF GGAGTCAGTTCAATCAATGGTA
R AGTGGCTTTATTGGGTATGAT
18460
Isolasi Meristem Apikal Ubi Jalar

Tunas pucuk yang sedang aktif tumbuh dipotong, dicuci dengan air mengalir selama 30 menit, dan disterilkan dengan larutan natrium hipoklorit 2,5% selama 5-10 menit, kemudian di direndam alkohol 70% alkohol selama 3−5 detik, di dalam laminar.

Eksplan selanjutnya dicuci dengan air steril. Isolasi meristem apikal menggunakan scalpel dan jarum steril di bawah mikroskop. Isolasi meristem apikal (0,3 – 0,5 mm) dan transplanting ke media MS yang sudah diperkaya dengan kinetin 2,5 mg/l dan hormon GA3 0,5 mg/L (Alam et al. 2010).

Gambar 6. Perkembangan apikal meristem hingga menjadi planlet secara in vitro (Alam et al. 2012). (A) Perkembangan apikal meristem (6 HST) pada media cair; (B) Pucuk dengan perkembangan daun primer setelah sub kultur pada media semi padat; (C) Pucuk dengan perkembangan daun primer setelah sub kultur pada media semi padat; (D) Perbanyakan planlet;

Selanjutnya meristem apikal yang diinokulasi terbentuk kalus, pada medium yang sama, 2 bulan kemudian, terbentuk tanaman dari kalus (Gambar 6).

Sumber: https://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/infotek/teknik-produksi-benih-ubi-jalar-bebas-virus-menggunakan-kultur-meristem/

Managed & Maintenanced by ArtonLabs