Usaha Tahu Kopong Turun-Temurun, Bertahan Sejak 1999 di Sribasuki

Usaha Tahu Kopong Turun-Temurun, Bertahan Sejak 1999 di Sribasuki

Sribasuki – Senin, 26 Mei 2025, saya berkesempatan mewawancarai Bapak Usup, salah satu pengusaha tahu kopong yang telah lama menjalankan usahanya di daerah Sribasuki. Pabrik tahu milik Bapak Usup ini telah berdiri sejak tahun 1999 dan hingga kini masih aktif memproduksi tahu kopong yang dikenal gurih dan renyah.

Dalam wawancara tersebut, Bapak Usup mengungkapkan bahwa usaha ini merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya.
“Saya memilih usaha tahu ini karena memang sudah dari dulu keluarga saya menjalankannya,” ujar Bapak Usup.

Meskipun telah berjalan cukup lama, bukan berarti usaha ini tanpa kendala. Salah satu hambatan utama yang kerap dihadapi adalah sulitnya mendapatkan bahan bakar seperti kayu atau serbuk kayu yang digunakan dalam proses produksi.
“Kadang-kadang bahan bakarnya kosong, itu yang bikin proses terhambat,” jelasnya.

Untuk bahan utama, yakni kedelai, Bapak Usup biasanya mendapat pasokan dari koperasi primer (Perim Kopti). Kedelai yang diperoleh kemudian diolah melalui beberapa tahap, dimulai dari perendaman selama tiga jam, dilanjutkan dengan penggilingan, perebusan hingga matang, dan disaring hingga dingin.

Produk tahu kopong hasil olahan pabrik ini dipasarkan ke berbagai tempat, seperti Pasar Dekon, serta dijual langsung dari rumah. Meski berskala rumahan, kualitas tahu yang dihasilkan tetap terjaga dan banyak digemari konsumen setempat.

Usaha tahu milik Bapak Usup menjadi salah satu contoh pelaku usaha lokal yang tetap bertahan di tengah berbagai tantangan. Dedikasi dan ketekunan beliau membuktikan bahwa warisan usaha keluarga dapat terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

NAMA :Riska Emala Sari
NPM : 2254201003

Managed & Maintenanced by ArtonLabs