Cara Pengendalian Hama Burung Pipit yang Sering Digunakan Petani Padi

Cara Pengendalian Hama Burung Pipit yang Sering Digunakan Petani Padi

Burung pipit adalah jenis hama dari kelas unggas (aves) pemakan biji-bijian yang menyerang malai pada tanaman padi untuk memakan biji atau bulir padi. Hal ini menyebabkan petani mengalami kehilangan 30—50 persen hasil produksi. Burung akan menyerang tanaman yang sudah berumur 70—80 hari, saat bulir-bulir padi terisi.

hama burung pipit
foto: pixabay

Hal yang cukup meresahkan lainnya dari hama burung pipit ialah mereka secara bergerombol akan memakan tanaman padi dari pagi sampai sore. Oleh karena itu, burung pipit termasuk salah satu hama yang cukup mengkhawatirkan. Ada beberapa cara yang biasa digunakan petani untuk mengendalikan hama pemakan bulir padi yang masih muda ini, simak ulasan berikut ini.

Melakukan Penanaman Serentak

Biasanya padi yang ditanam tidak sesuai dengan jadwal penanaman padi lebih rentan diserang hama burung. Hal ini dikarenakan saat bukan musim panen, burung-burung lebih sulit mendapatkan makanan, sehingga padi yang ditanam di luar musim menjadi salah satu sumber makanan yang paling besar bagi mereka.

Berdasarkan pengalaman petani umumnya padi yang dipanen pada akhir bulan maret sampai april dimusim tanam rendeng dan panen pada bulan september dimusim gadu itu relatif kurang dari serangan hama burung. Sehingga sebaiknya petani menanam padi dengan serentak dan menyesuaikan masa panenya pada bulan tersebut.

Menanam tanaman berwarna mencolok

Pada umumnya burung pipit tidak menyukai warna-warna yang mencolok, seperti warna kuning. Oleh karena itu, petani bisa menghalau serangan hama ini dengan menanam bunga matahari atau bunga tahi ayam. Bunga tersebut dapat ditanam di pematang sawah sebagai pembatas (border). Dengan begitu, burung akan enggan mendekat ke tanaman padi.

Benda-benda mengilap

Sama seperti warna mencolok, burung pipit juga tidak suka dengan benda-benda yang mengilap. Oleh karena itu, hama burung bisa diusir dengan menggunakan benda-benda yang mengilap, seperti plastik atau bekas piringan cakram (CD audio/video).

Biasanya, petani menancapkan kayu setiap 5 meter atau disesuaikan dengan kondisi lokasi. Pada kayu tersebut akan diikatkan plastik mengilap yang akan memantulkan sinar matahari yang datang. Sayangnya, cara ini memiliki kelemahan, yakni saat cuaca mendung, pagi, dan sore hari plastik tidak bisa memantulkan cahaya matahari.

Jaring perangkap

Pengendalian hama burung dapat dilakukan dengan menggunakan jaring khusus untuk menangkap burung, petani biasanya menggunakan jaring bekas menangkap ikan. Jaring tersebut ditancapkan pada beberapa kayu atau bambu di pematang sawah. Namun, cara ini membutuhkan biaya yang besar karena petani membutuhkan banyak jaring untuk melindungi lahan sawah yang cukup besar.

Jengkol

Aroma jengkol yang tidak disukai oleh burung pipit dimanfaatkan oleh petani untuk mengusir hama tersebut. Cara penggunaannya cukup mudah, petani akan merendam jengkol selama beberapa hari hingga air rendamannya mengeluarkan aroma jengkol yang menyengat. Setelah itu, air rendaman jengkol tersebut akan dimasukkan ke botol, kemudian botol tersebut diletakkan di beberapa sudut sawah atau disemprot ke tanaman padi.

Sumber: https://www.pertanianku.com/cara-pengendalian-hama-burung-pipit-yang-sering-digunakan-petani-padi/

Managed & Maintenanced by ArtonLabs