Kotabumi, Lampung– Di tengah hiruk pikuk kesibukan sehari-hari, sebuah usaha rumahan di Jalan Wijaya Kusuma, Sribasuki, menunjukkan bagaimana limbah pun dapat diubah menjadi produk bernilai. Engkai (63), seorang warga setempat, sukses mengolah ampas tahu menjadi oncom, kudapan fermentasi yang populer di Indonesia.
Usaha milik Engkai ini berfokus pada produksi oncom, yaitu makanan hasil fermentasi dari ampas tahu. Engkai (63)adalah pemilik usaha rumahan yang memproduksi oncom ini. Proses pembuatan oncom membutuhkan waktu total tiga hari untuk fermentasi setelah pengukusan. Pabrik oncom rumahan Engkai berlokasi di Jalan Wijaya Kusuma, Sribasuki.
Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam informasi, dapat diasumsikan bahwa Engkai melihat potensi pada ampas tahu, yang seringkali menjadi limbah dari produksi tahu, untuk diolah menjadi produk makanan yang memiliki nilai jual dan mengurangi limbah.
Proses pembuatan oncom di pabrik Engkai cukup sederhana namun membutuhkan ketelitian:
- Ampas tahu dipres untuk menghilangkan kandungan air berlebih.
- Ampas tahu yang sudah dipres kemudian dibuyarkan atau dihancurkanbagar tidak menggumpal.
- Selanjutnya, ampas tahu ini dikukus selama 3 jam.
- Setelah dikukus, ampas tahu diangkat dan dicetak.
- Terakhir, oncom yang sudah dicetak akan dipermentasi selama 3 hari hingga siap dikonsumsi.
Usaha Engkai ini tidak hanya menyediakan oncom berkualitas, tetapi juga menjadi contoh nyata pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.



Nama: Adinda Zahra Novita
NPM: 2254201002