Harapan Besar Usaha Pertanian di Masa Pandemi dan Era Kenormalan Baru

Harapan Besar Usaha Pertanian di Masa Pandemi dan Era Kenormalan Baru

Tahun 2020 sudah berakhir dan 2021 telah dimulai, namun kita masih belum tahu pasti, kapankah pandemi ini akan berakhir. Ketidakpastian ini, patutlah kita antisipasi, karena akan berpengaruh ke seluruh aspek kehidupan kita, baik dalam usaha pemenuhan kebutuhan sehari-hari, ataupun dalam mendapatkan pendidikan.

Pemerintah sejauh ini masih belum bisa memastikan kapan sekolah luring akan benar-benar aman dan bisa dimulai kembali, yang artinya pihak sekolah ataupun pendidikan tinggi masih harus menggunakan sistem pembelajaran daring, dimana kita semua tahu bahwa keefektifan belajar daring tidak sama dengan saat belajar luring. Oleh karena itu, para pendidik terus mencari terobosan-terobosan baru dalam pengajaran secara online agar metode pengajarannya lebih efektif sehingga setiap lulusan tidak merosot kualitasnya.

Selain pada bidang pendidikan, sektor-sektor usaha juga semakin lesu karena pandemi, tidak hanya Indonesia, banyak negara besar pun mengalami kemerosotan pertumbuhan ekonomi yang mengarah pada resesi. Sehingga berdampak pada banyaknya perusahaan yang mengurangi tenaga kerja melalui beberapa cara. Ada yg mengurangi jam kerja, memberhentikan tenaga kerja secara sementara, bahkan pemberhentian secara permanen. Hal ini jelas merupakan mimpi buruk untuk lulusan baru perguruan tinggi. Bisa dibayangkan, betapa stressnya lulusan-lulusan baru Perguruan Tinggi yang memerlukan tempat bekerja baru dan pada saat yang bersamaan hampir semua perusahaan-perusahaan justru sedang memberhentikan tenaga kerjanya.

Namun di setiap kesulitan, pasti ada kemudahan, itulah pesan yang Allah sampaikan kepada makhluknya agar tidak terus khawatir dengan kesulitan yang ada. Karena, jika kita cermati, ada perubahan prilaku yang signifikan dimasyarakat yang tentunya dapat kita jadikan peluang bisnis yang menjanjikan. Ada satu sektor yang masih bertahan, meskipun pandemi, yakni sektor pangan.

Dalam ilmu pemasaran pengetahuan dan pemahaman terhadap perilaku konsumen adalah salah satu syarat kunci sukses menguasai pasar. Oleh karena itu, dinamika perilaku konsumen pertanian pada masa pandemi maupun normal baru mesti menjadi perhatian pelaku bisnis pertanian.

Menurut Yuswohadi (dalam Ashari: 2020) setidaknya ada beberapa perubahan prilaku konsumen selama masa pandemi:

  1. Pembelian daring mulai bergeser dari produk yang sifatnya keinginan (wants) ke produk kebutuhan (needs). Kebutuhan ini akan sangat menguntungkan karena sebagian besar produk pertanian adalah kebutuhan pokok yang artinya produk-produk pertanian akan dapat bertahan selama pandemi atau bahkan meningkat peminatnya.
  2. Kebijakan Work From Home (WFH) telah mengembalikan ibu rumah tangga untuk lebih rutin memasak makanan sendiri di rumah. Situasi ini berpotensi menjadikan permintaan untuk produk segar pertanian akan meningkat, seperti sayuran dan daging.
  3. Pasangan rumah tangga milenial dengan pola pikir kepraktisannya, juga diprediksi akan lebih banyak memasak makanan sendiri, namun dengan bahan yang siap masak (ready to cook) dan dapat dimasak sewaktu-waktu (frozen food).
  4. Pola belanja secara daring yang berulang (umumnya untuk kebutuhan dasar dan penting) akan mendorong berkembangnya pola berlangganan.

Lalu, apa hubungan hal-hal diatas dengan peluang bisnis di bidang Pertanian? Ashari (2020) mengatakan bahwa merespon perubahan prilaku masyarakat selama masa pandemi dan era new normal adalah hal yang penting, guna menentukan strategi pemasaran yang tepat oleh pelaku bisnis pertanian, seperti menciptakan trobosan baru dalam hal bisnis pertanian.

Seperti contoh, pegiat bisnis pertanian dapat menjual sayur segar siap masak (sayurbox) atau jika memiliki lahan kecil, pegiat usaha tanaman dapat melakukan diversifikasi tanaman atau menanam tanaman dengan cara tumpang sari. Sistem ini dapat digunakan dengan menanam beberapa jenis tanaman pada satu lahan yang sama. Kita bisa menanam beberapa jenis tanaman rempah/herbal. Pada saat pandemi berbagai jenis tanaman rempah dan obat (herbal) banyak diburu konsumen karena merupakan bahan penguat imunitas tubuh, dan masih banyak lagi contoh bisnis pertanian lainnya.

Dari beberapa penjelasan diatas, sebaiknya kita tidak berputus asa dan menyerah menerima keadaan tanpa usaha karena, peluang pasti selalu ada selama kita tidak putus asa. Semua hal diatas, dapat dilakukan oleh siapa saja, selama memiliki ilmunya. Satu hal yang perlu diingat, bekerja bisa dimana saja, tidak harus berpakaian rapi atau berangkat ke kantor, tapi bisa juga hanya pakai kaos oblong dan di rumah saja. Selama anda menghasilkan, anda sudah bekerja.

Managed & Maintenanced by ArtonLabs